Kota Bekasi – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sistem Informasi Manajemen Data Terintegrasi dengan Forum Satu Data (FSD) Kota Bekasi, bertempat di Aula Nonon Sonthanie Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jl. Jend. A. Yani No. 1 Bekasi, Kamis (19/12/2019).

Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya pria yang akrab disapa Pepen tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkembangkan kesadaran, kepedulian dan membangun komunitas untuk penyediaan data yang berkualitas bagi proses perencanaan pembangunan di Kota Bekasi.

Dia juga menyampaikan, pemanfaatan data pemerintah tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal antar Instansi Pemerintah, tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan data bagi masyarakat.

FSD Kota Bekasi adalah wadah komunikasi dan koordinasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyepakati kebutuhan data, baik data prioritas maupun data pendukung, serta menjadi jembatan untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam pembangunan daerah.

Di akhir sambutannya Pepen menyampaikan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai perwujudan tata kelola data yang baik dan menjadi forum yang mampu berkontribusi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah daerah yang akuntabel dan profesional melalui penyediaan data dan informasi yang berkualitas.

Kegiatan ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Bekasi. Turut hadir sebagai narasumber adalah Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Dr. H. Encu Hermana Radhman, M.M., Kepala BPS Kota Bekasi Drs. Annazri, Kepala Bappeda Kota Bekasi Drs. Dinar Faizal Badar, Kepala Disducapil Kota Bekasi Taufiq R. Hidayat, S.Sos., M.Si.

Dalam pemaparannya, salah seorang narasumber, Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi Dr. H. Encu Hermana Radhman, M.M.,  menyampaikan bahwa prinsip satu data yaitu data yang dihasilkan memenuhi standar data, memiliki metadata, memenuhi kaidah interoperabilitas dan menggunakan kode referensi/data induk. (MK)