Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Dr.Endang Turmudi,MA membuka acara Seminar Nasional sekaligus Diskusi dengan tema |Media Sosial dan Tantangan Indonesia Dalam di Masa Depan| , Selasa ( 17/09/2019).


Pemerintah Kota Bekasi  turut serta hadir pada kegiatan tersebut yang diwakili oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Bekasi dalam hal ini Bidang Pengelolaan Informasi Publik yaitu Andy Yulianto Dwiputro,Apt selaku Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik bersama tim Medsos Diskominfostandi.


Pada Seminar ini yang sekaligus merupakan Diskusi Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI mengenai tantangan dari praktik penggunaan media sosial di Indonesia yang diselenggarakan oleh LIPI  (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ) terdapat 4 (empat) orang narasumber yaitu Staf Kantor Presiden – Deputi V, diwakili oleh Santi Hapsari, yang memaparkan materi tentang Peran Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Hoaks dan Dis informasi, PMB – LIPI Ibnu Nadzir dengan materi Ujaran Kebencian dan Intoleransi di Media Sosial, HIVOS diwakili oleh Afra Suci Ramadhon menyampaikan materi Peran Anak Muda Menangkal Hoaks melalui Platform Edukasi Mandiri dan SAFEnet  yang diwakili oleh Damar Juniarto menyampaikan materi Tantangan Bagi Upaya Perlindungan Hak Asasi di Indonesia. 

Keempat narasumber tersebut secara bergilir menjelaskan mengenai materi yang mereka sampaikan dengan dipandu oleh seorang moderator yaitu Ranny Rastati yang berasal dari PMB – LIPI.


Latar belakang penelitian yang dilakukan oleh LIPI adalah Pemetaan sebagian pola penyebaran kebencian yang terjadi di Twitter selama masa kampanye presiden Tahun 2019 yang lalu. Dimana fenomena demikian perlu ditanggapi secara serius dan cermat dan dicari solusi baik secara culture (kebudayaan) maupun melalui instrument regulasi karena berpotensi menggerus harmoni keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam konteks tersebut, LIPI mengundang perwakilan dari beberapa instansi untuk mendiskusikan tantangan dari praktik penggunaan media sosial di Indonesia. 


Selain bicara ujaran kebencian dan penyebaran hoaks, seminar publik ini juga  membicarakan tantangan pengelolaan media sosial dari sudut pandang masyarakat maupun Pemerintahan. Hal ini menjadi penting karena potensi pengelolaan masalah-masalah penggunaan media sosial juga rentan untuk terjebak pada bentuk otoritarianisme digital.(iprahumas,an)