Kota Bekasi , 27/09/2018 Diskominfostandi Kota Bekasi bidang e-government memenuhi undangan acara seminar bertema SmartCity Kota Bekasi peluang dan tantangan yang diadakan oleh STMIK Bina Insani. Bertempat di Aula STMIK Bina Insani dihadiri oleh Kepala STMIK Bina Insani & -+100 mahasiswa/i jurusan sistem informasi, teknologi informatika dan manajemen informatika.
Kepala Bidang e-Government Teti Handayani S.IP menjadi pembuka dan memberikan sambutannya bahwa Smart city merupakan sebuah konsep kota cerdas yang akan mempermudah masyarakat di dalamnya, dengan cara memanfaatkan sumber daya secara efisien dan terintegrasi.Smart City bukan hanya kotanya saja yang cerdas tetapi masyarakatnya juga harus ikut cerdas memanfaatkan teknologi.
Tantangan sebuah kota bisa menjadi Smart city atau tidak sesungguhnya masyarakat mempunyai peran yang paling utama, Smart City harus didukung oleh smart people karena masyarakat dan budaya lokal diharapkan bisa menerima perubahan, jika tidak ini akan menjadi percuma. Pada prinsipnya adalah bagaimana setiap individu dapat taat terhadap kebijakan pemerintah dan terfasilitasi dalam hal pelayanan publik
Mewujudkan Kota Bekasi sebagai smart city memang tidak mudah. Impian smart city membutuhkan proses dan sinergi dengan aspek-aspek lain, termasuk penerimaan masyarakat. Dalam hal ini Smart city bukan merupakan urusan pemerintah saja, namun membutuhkan partisipasi multi pihak agar program dapat terimplementasikan dengan baik dan penerapannya harus bersifat menyeluruh, hal inilah yang justru menjadi tantangannya sehingga hal ini harus diselesaikan dengan baik.
Dijelaskan juga tupoksi Diskominfostandi untuk mendukung SmartCity Kota Bekasi dengan membuat system aplikasi seperti aplikasi pengaduan masyarakat POT (Pengaduan Online Terpadu), CCTV lalu lintas kota bekasi, EWS ( early warning system ) peringatan dini banjir yang terintegrasi dengan POC ( Patriot Operation Center ) Command Center yang dimiliki kota bekasi.