Kota Bekasi, Senin 13 Mei 2019 Seluruh pejabat struktural dari dua bidang yaitu Bidang TIK dan Bidang E-Gov melakukan rapat koordinasi terkait dengan pengecekan AC Presisi Data Center yang mana AC Presisi tersebut terindikasi mengalami kerusakan sehingga menyebakan server auto shutdown pada hari minggu 12 Mei 2019 pada Pk 14.47 WIB. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Diskominfostandi Kota Bekasi. Dalam kesempatanya Sekdis Diskominfostandi menjelaskan bahwa Data Center adalah sebuah tempat, bangunan, atau gedung yang berfungsi untuk menyimpan dan mengoperasikan server. Selain sebagai tempat server, data center juga memiliki ruangan-ruangan lain yang ditujukan untuk mensupport server agar tetap uptime dan terhindar dari resiko-resiko kerusakan lainnya.

Maka hal yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh adalah suhu ruangan data center tidak boleh mencapai suhu panas yang sangat tinggi karena dapat menyebabkan server mati dan sebaliknya, jika suhu menjadi lembab, server dapat terkena resiko konsleting hingga terbakar. Maka dari itu suhu ruangan sangat penting bagi sebuah bangunan data center. Kareana Data center sarat dengan perangkat IT yang kompleks yang memerlukan pengawasan ketat agar seluruh sistem dan perangkat dapat terus berjalan dari hari ke hari tanpa berhenti. Sistem pendingin data center memiliki peran khusus dalam menjaga temperatur sekaligus tingkat kelembaban di ruangan data center agar tidak sampai terjadi overheat pada salah satu perangkat yang mana salih terhubung satu sama lain dan dapat mengakibatkan sistem sedikit tersendat. Temperatur pada data center harus dijaga diantara 25 derajat celcus dan maksimum 45 derajat celcius untuk di sekeliling lokasi server (sekeliling rack server). Semakin tinggi suhu udara di ruangan data center, akan semakin tinggi kemungkinan biaya untuk perbaikan dan pergantian perangkat.